Pak Presiden, Saya Mau Lapor…..

logo lapor presidenDi era demokrasi ini, hubungan antara Presiden sebagai salah satu lembaga tinggi negara tidaklah seperti belasan atau puluhan tahun yang lalu. Presiden hadir sebagai sosok yang touchable atau accessable bagi rakyat biasa. Saya tengarai hadirnya Gus Dur sebagai Presiden pertama pilihan rakyat di era reformasi mencitrakan diri sebagai presiden yang dekat dengan rakyat. Berbagai aturan protokoler beliau langgar karena dirasa mengekang kedekatan beliau dengan rakyatnya.

Era Megawati saya tidak mendapat kesan itu. Beliau terkesan lebih banyak diam di masa pemerintahannya, bisa saya katakan Mbak Mega ini tidak mencerminkan Presiden dari Partai nya Wong Cilik karena tak mampu berkomunikasi dengan ramah dengan rakyatnya.

Presiden SBY sebagai presiden yang terpilih dalam pemilihan langsung pertama, tampaknya mempunyai “beban” tersendiri untuk selalu hadir sebagai sosok yang harus selalu dekat dengan rakyat. Beliau membuka kran komunikasi langsung dengan membuka akun di Twitter. Melalui media ini, beliau secara langsung menyampaikan berbagai pikiran dan (tentu saja) curhatannya.

LaporPresiden.org

Jokowi tentu juga tidak mau “ketinggalan kereta”. Dengan memanfaatkan dukungan dari pendukung setianya, Presiden kita ini merestui dan mendukung dibukanya Kanal “Lapor Presiden”. Kanal ini melengkapi jalur komunikasi via Facebook dan Twitter yang terlebih dahulu sudah dibuat. Kanal “Lapor Presiden” ini dibuat oleh para relawan Jokowi sebagai bentuk dukungan tugas-tugas presiden terutama dalam menjalin komunikasi secara langsung dengan rakyat. Tim Komunikasi Presiden menyampaikan bahwa kanal ini sifatnya independen, sedangkan kanal resmi yang dibuat pemerintah adalah www.lapor.go.id. Demikian saya kutip dari berita RMOL yang menyatakan juga kalau kanal ini ternyata lebih populer di bandingkan kanal plat merah. Iseng nge-cek di Play Store, ternyata sudah ada aplikasinya di Android. Salut!!

Harapan dari semua pihak tentu kanal ini bisa digunakan secara maksimal untuk menampung segala aspirasi, kritik dan saran. Mendapat “laporan” langsung dari rakyat tentu menjadi sebuah bentuk apresiasi suara rakyat. Idealnya, potret nyata yang terjadi di luar istana, bukanlah dalam bentuk “laporan ABS” yang diberikan oleh para pembantu presiden yang sering kali tidak merepresentasikan keadaan sesungguhnya.

Semoga dengan semakin banyaknya kanal komunikasi ini, aspirasi rakyat dapat tersalurkan dengan baik. Tapi seperti halnya sebuah kanal, jika tidak dirawat dan dijaga dengan baik, maka ia akan hanya menjadi tempat sampah dan gilirannya justru akan menjadi sumber antipati rakyat terhadap pemerintahan. Penting untuk diperhatikan, karena takutnya sekarang jamannya orang dengan mudah menuduh segala yang baik sebagai sumber pencitraan…… Semoga tidak ya Pak Presiden. Kalau kanal LaporPresiden ini macet, trus saya lapor ke siapa Pak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s