The Psychology of  Botak

Dua hari yang lalu saya mencoba (memberanikan diri) mengubah potongan rambut jadi botak…hampir gundul. Panjang rambut hanya sekitar 1 cm.

Butuh keberanian ekstra untuk melakukan hal tersebut, mengingat profesi sekaligus sudah terbiasanya berpenampilan rambut rapi bak karyawan kantoran. Butuh puluhan tanya dilontarkan ke kanan kiri untuk membulatkan tekad mengambil keputusan ini.

Sampai akhirnya sampai juga di tukang cukur yang kebetulan potongan rambutnya plontos. Jadi ketika ditanya”, Rambutnya digimanakan nich Mas?”. Saya pun dengan mantap bilang”,Disamain aja seperti rambut Mas”.

Singkat kata, plontoslah kepala ini, setelah 27 tahun tidak pernah sekalipun berpenampilan seperti ini. Ya, waktu itu umur saya baru 4 tahun, harus dibotakin gara-gara harus kepala dioperasi akibat kecelakaan.

Hari pertama dengan gaya rambut baru, berbagai pertanyaan datang bertubi-tubi.”,Hei, kenapa botak, stress ya?”, “,Ketangkep dimana?”, “Lagi nadar apaan Pak?”, dsb.

Hari kedua udah mulai terbiasa. Paling tidak tidak terlalu sibuk mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan2 yang ga penting tersebut. Kesibukan narsistis juga sudah mulai berkurang ketika menemukan cermin (bukan narsis sich tepatnya, lebih untuk meyakinkan kalau semua baik2 aja…he…he…).

Namun rasa canggung dan kikuk masih berlanjut setiap kali saya datang ke komunitas yang lain, Oiya, kebetulan, saya beraktifitas di banyak komunitas, jadi kejadian yang sama akan terulang – banyak pertanyaan2 yang akhirnya hanya saya tanggapin dengan tersenyum.

Sudah lama saya pengin botak sebenarnya. Tapi selalu dilarang Ibu saya, karena beliau menganggap kepala gundul ya identik dengan NAPI – narapidana. Terlebih mantan pacar saya yang nakut-nakutin dengan bilang”,Kamu itu ya ga pantas, kepala botak, wajahmu ga mendukung. Jadi keliatan culun”. Belum lagi pengalaman pribadi yang selalu berkomentar ke teman yang baru aja menggunduli kepalanya”, “Lagi putus cinta ya Bro?”.

Apapun persepsi orang terhadap kepala botak saya, yang jelas rambut ini tidak perlu shampoo yang banyak dan lebih praktis, karena tidak perlu bingung cari sisir setiap pagi…..He3x…What a life!

4 thoughts on “The Psychology of  Botak

  1. Pertama kaget ngeliat penampilan baru. Tapi Mr. Fredy lebih fresh. N recommend to your new style. Beda boleh kan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s