Romantisme Piala Thomas & Uber

Gegap gempita pertandingan bulutangkis di Indonesia selalu menuai nasionalisme yang tinggi. Melihat pertandingan bulutangkis kelas dunia menjanjikan kepuasan dan tentu harapan untuk menang bagi Indonesia yang sangat terbuka (dibandingkan nonton Tim Nas sepakbola Indonesia). Bagi saya pribadi melihat Simon Santoso dkk bertanding menerbangkan memori ke masa lalu saya. Akhir 80an dan awal 90an tersimpan di memori kita sebagai salah satu masa kejayaan bulutangkis negeri ini.

Susi Susanti, Alan Budikusuma, Joko Supriyanto, Ardhi B. Wiranata, Rexi and Ricky Subagja, dkk berkontribusai besar bagi saya, khususnya, dan seluruh bangsa ini, pada umumnya, untuk tetap menjaga nasionalisme tetap tinggi. Rasanya para pemain lama itu sudah tidak terdengar kabar beritanya, namun selama pertandingan perebutan piala Uber dan Thomas ini, nama-nam mereka disebut, bahkan beberapa di antaranya kerap jadi komentator. Bagi sya pribadi, menonton pertandingan itu kemudian menjadi semacam nostalgia masa lalu layaknya menikmati lagu-lagu 80an dan 90an atau nonton Tembang Kenangan.

Selamat bertanding para atlet. Beri air segar harapan pada kami di tengah kemarau panjang di Indonesia ini….Semoga gegap gempita penonton mampu memompa semangatmu bertanding. Rebut kembali Piala Thomas dan Uber!!!

Huh…Yeah…HUh…Yeah…Smash…!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s