Beralihbahasa Bersama Google
October 22, 2008
Berselancar di dunia maya mutlak membutuhkan kemampuan Bahasa Inggris yang memadai. Banyaknya situs berbahasa Inggris menjadikan pengguna internet yang tidak mahir berbahasa Inggris perlu extra keras dalam memahami isi situs tersebut. Pada tahap ini mungkin banyak pengguna internet menyesali diri mengapa dulu waktu sekolah tidak mau bersahabat dengan pelajaran Bahasa Inggris….(Bukan menuduh lho…)
Tapi permasalahan itu tampaknya akan segera berakhir. Belum lama ini, Google (dengan baik hati) telah menyediakan diri untuk menampung permasalahan terkait penerjemahan dalam berbagai bahasa di dunia. Setidaknya ada sekitar 33 bahasa yang bisa saling dialihbahasakan.
Google Translate dalam menjalankan misinya menyediakan 2 layanan yaitu terjemahan yang bisa Anda ketikkan pada kolom Original Text dan terjemahan untuk sebuah situs, Anda tinggal memasukkan alamat situs ke dalam kolom yang telah disediakan. Anda tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hasil terjemahannya.
Akurasi? Memang yang menjadi andalan fasilitas ini tampaknya bukan akurasi. Setidaknya untuk saat ini. Perbendaharaan kata yang masih terbatas serta terlalu terbatasnya konteks penggunaan kata menjadi kendala utama. Pemahaman terhadap tata bahasa Bahasa Indonesia juga dirasa kurang, sehingga ketika saya coba menuliskan kalimat yang komplek, hasilnya tidak memuaskan.
Namun tampaknya Anda bisa berkontribusi untuk menyumbang saran kata yang sesuai dengan mengklik ikon suggest a better translation.
Bagaimanapun, Google sudah mau berniat memebrikan fasilitas yang akan banyak membantu para surfer dalam beralihbahasa. Nah, namun dengan adanya fasilitas ini, jangan menjadi (tambah) malas belajar Bahasa Inggris lho ya….He..he…
Paket Hemat Google: ZNOUT
September 16, 2008
Konon, saat kita menggunakan Google, sama artinya kita menggunakan sebuah lampu 11 watt yang menyala 1 jam. Padahal pada saat browsing kita bisa memasukakan beberapa kali query (kata kunci) dalam di Google Search Bar.
Nah, demi merespon fakta adanya krisis energi, Forestle bekerja sama dengan Google membuat mesin pencari ramah lingkungan bernama ZNOUT. Mesin pencari ini menggunakan fasilitas mesin pencari dari Google. Namun yang membedakan adalah tampilan dan feature- nya yang sederhana sehingga lebih hemat energi. Dengan menggunakan mesin pencri hijau ini maka pengguna selain menghemat energi juga meminimalkan emisi karbon.
Tampaknya banyak pilihan yang bisa kita lakukan untuk berpasrtisipasi dalam menghijaukan kembali bumi kita ini. Kemudian ini hanya bisa berakhir dan atau berlanjut tergantung sikap kita….
Then, let’s go green Guys… Mari hijauka kembali bumi!
Ada Apa dengan Eco-friendly Search Engines: Forestle?
September 16, 2008
Belum juga saya mencoba situs pencari hijau Forestle.org, yang bekerja sama dengan Google, ternyata sudah deactivated. Ternyata setelah mencoba mengetikkan query (kata kunci) di search bar-nya, muncul pengumuman penghentian kerjasama antara Forestle dengan Google.
Di pemberitahuan tersebut ditulis bahwa tidak adanya kesesuaian kesepakatan antara Google dan Forestle. Disebutkan demikian:
