Romantika dengan Queen

September 18, 2008

Tidak terlalu sulit buat saya memberikan banyak alasan mengapa saya begitu suka dengan kelompok musik legendaris dari Inggris ini: Queen.

Saya mengenal lagu-lagu Queen “baru” tahun 1995, ketika itu Om saya pergi ke Amerika dan koleksi kasetnya yang berkardus-kardus dititipkan di rumah saya. Karena iseng, saya buka salah satu kardus, dan saya menemukan kaset-kaset Queen yang sudah lawas, keluaran antara tahun 1978 – 1982.

Sungguh mudah bagi saya untuk jatuh cinta dengan gegap gempita lagu Bohemian Rhapsody, yang konon backingvocal-nya yang megah itu hanya diisi oleh suara 4 personilnya, Freddie Mercury (vocalist), Brian May (guitarist), Roger Taylor (drummer) serta John Deacon (bassist). Didukung vokal yang merdu walau mencapai nada-nada tinggi sekalipun, serta diramu permainan gitar serta aransemen musik secara keseluruhan, lagu itu begitu indah terdengar di telinga saya.

Cobalah simak begitu mengharubirunya lagu Love of My Life , yang begitu touching atau sekedar lagu singkat dengan lirik sederhana dengan nasehat yang tidak menggurui, Dear Friend. Mungkin Anda juga akan kagum dengan lagu melow abis tapi reffren-nya yang begitu menghentak dengan lagu Save Me.

Sayang, saya mengenal Queen pada saat vocalist-nya yang begitu fenomenal itu sudah meninggal karena mengidap AIDS. Tapi tetap saja bagi saya suara Freddie Mercury masih setia membius syaraf -syaraf di sekujur tubuh ini.

Apakah Anda juga salah satu fans dari Queen?

Mengunjungi perpustakaan menjadi rutinitas yang saya gemari. Selain bisa membaca buku-buku, majalaha serta koran, kadang kalo ada film yang menarik dan tersedia di rak peminjaman, saya menyempatkan diri menonton film

 

Ada satu hal yang menarik perhatian saya, yang selama ini saya lewatkan, yaitu kode-kode pada sampul buku-buku yang dipajang. Kode-kode itu berfungsi sebagai kode lokasi untuk memudahkan kita mencari buku sesuai yang tertera di daftar (kartu) katalog maupun melalui pencarian di komputer.

 

Kode tersebut dikenal dengan Dewey Decimal Classification system. Ini merupakan salah satu sistem klasifikasi yang paling dikenal dan paling banyak digunakan oleh dunia. Diciptakan pertama kali oleh Melvil Dewey pada tahun 1876. Menggunakan 10 kategori utama sebagai dasar klasifikasi yang lebih terperinci. Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan telususi di Wikipedia tentang DDC.

Gegap gempita pertandingan bulutangkis di Indonesia selalu menuai nasionalisme yang tinggi. Melihat pertandingan bulutangkis kelas dunia menjanjikan kepuasan dan tentu harapan untuk menang bagi Indonesia yang sangat terbuka (dibandingkan nonton Tim Nas sepakbola Indonesia). Bagi saya pribadi melihat Simon Santoso dkk bertanding menerbangkan memori ke masa lalu saya. Akhir 80an dan awal 90an tersimpan di memori kita sebagai salah satu masa kejayaan bulutangkis negeri ini.

Susi Susanti, Alan Budikusuma, Joko Supriyanto, Ardhi B. Wiranata, Rexi and Ricky Subagja, dkk berkontribusai besar bagi saya, khususnya, dan seluruh bangsa ini, pada umumnya, untuk tetap menjaga nasionalisme tetap tinggi. Rasanya para pemain lama itu sudah tidak terdengar kabar beritanya, namun selama pertandingan perebutan piala Uber dan Thomas ini, nama-nam mereka disebut, bahkan beberapa di antaranya kerap jadi komentator. Bagi sya pribadi, menonton pertandingan itu kemudian menjadi semacam nostalgia masa lalu layaknya menikmati lagu-lagu 80an dan 90an atau nonton Tembang Kenangan.

Selamat bertanding para atlet. Beri air segar harapan pada kami di tengah kemarau panjang di Indonesia ini….Semoga gegap gempita penonton mampu memompa semangatmu bertanding. Rebut kembali Piala Thomas dan Uber!!!

Huh…Yeah…HUh…Yeah…Smash…!!!!

Saya penggemar berat Superman. Ini berawal waktu kecil setiap disuruh orang tua membeli sabun dengan merek tertentu, setiap 5 bungkusnya bisa ditukar 1 buah komik Superman. Dari koleksi yang saya punya, saya banyak tau tentang si manusia baja ini. Saking cintanya dengan tokoh ini, rasa-rasanya tidak ada tokoh superhero yang lain yang bisa menandingi idola saya ini, he..he..

Ternyata, semakin usia bertambah semakin banyak tokoh superhero (Amerika) yang saya kenal, antara lain, Batman dan Spiderman. Terus terang dulu saya tidak suka dengan kedua tokoh tersebut, karena waktu itu saya berpikir, mereka menyaingi tokoh pujaan saya ini..he..he…. Ketidaksukaan saya bertambah karena film-film kedua Superhero tersebut banyak bermunculan belakangan ini dan laris manis (diperparah film Superman Return jeblok di pasaran).

Dulu saya sering berandai-andai…Kalo ketiganya diadu, kira-kira siapa ya pemenangnya? Saya sich pasti pegang Superman, secara manusia super gitu loch….he…he..Oia, dulu sempet terdengar bahwa ada rencana mempertemukan Batman dan Superman dalam suatu film, dimana mereka akan bertarung. Tapi kayaknya proyek ambisius tersebut batal. Jadi ya kembali cuma berandai-andai….

Hayo, kalo Anda menang siapa coba???

Koleksi Kecilku

September 26, 2007

Kata orang Barat, there is always a boy inside a man. Mungkin benar, mungkin juga tidak sepenuhnya. Masalahnya salah satu adalah, menurut saya, pada kata always-nya. Kalimat itu apakah diartikan sebagai seorang lelaki tidak akan pernah sepenuhnya dewasa atau seorang lelaki selalu berperilaku kekanakan??? Ga tau persis…cuma Anda boleh interpetasi sendiri sesuai pengalaman Anda.

Bagi saya pribadi, kalimat itu mengacu pada salah satu hobi saya mengoleksi die-cast car (model). Hobi ni sebenarnya mulai dari kecil, saat dibelikan orangtua mobil2an. Saking banyaknya waktu itu kalo pas di “parkir”kan, rasanya enak dilihat. baru sebatas itu sich…

Belum banyak koleksi saya. Hanya cukup mampu membuat otak nyante  saat  penat menyergap…Waktu istri hamil. lucunya aga kuatir kalo yang diperut adlah cowok. Bukan apa-apa, cuam takut rebutan kalo dia udah aga gedean.He..he..he….Oia, omong-omong tentang istri, hobi ini legal lho, artinya dimaklumi kok ma istriku…

OK, laen kali saya share yang lebih detail ttg ini…CU.