Zakat…oh…Zakat…
September 15, 2008
Terhenyak saya membaca headline ,”22 Orang Tewas Berebut Zakat” di Tempointeraktif. Belum membaca isi berita, kuduk saya sudah merinding dan batin teriris.
Peristiwa pilu ini terjadi di Pasuruan, Jawa Timur. Sedemikian pilunya hidup ini, sampai-sampai untuk mendapatkan zakat ditebus dengan nyawa. Buru-buru saya menepis pikiran untuk mencari siapa yang salah….
Sesuatu yang gratis pasti memang menarik banyak peminat. Teringat beberapa bulan yang lalu, tempat saya bekerja membatalkan pembagian zakat kepada orang-orang tidak mampu. Kami terpaksa membatalkan kegiatan amal itu karena kurangnya tenaga sukarela dan petugas keamanan untuk membantu dan menertibkan acara tersebut.
Hal ini kami analisa dari peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelumnya. Kalo dilihat dari jumlah fakir miskin yang ada di sekitar kantor kami, jumlah bantuan yang kami akan berikan pastilah cukup. Namun yang sering terjadi adalah banyaknya orang miskin dadakan yang tidak mau ketinggalan untuk mendapatkan jatah. Ini justru yang akan menjadi bumerang buat kami, kalo saja kami nekad mengadakan acara amal tersebut waktu itu.
Ada baiknya memang niat baik didahului dengan persiapan yang lebih baik…..
